
Menanam padi dengan metode SRI, yaitu tidak menggenangi sawah dengan air, cukup dengan tanah yang macak-macak, karena menganggap padi bukanlah tanaman air. Tanah diolah dengan cara intensif dengan kedalaman pengolahan lahan mencapai 20 cm, dilakukan penambahan kompos 7-10 ton/hektar atau lebih dari setengah jumlah biomassa yang dikeluarkan dari lahan pertanian tersebut. Kompos dalam tanah mempunyai kemampuan untuk mengikat air selain mampu menyediakan ruang untuk udara, mikroorganisme, dan pertumbuhan akar. Kebutuhan air untuk cara bertani yang seksama ini hanya setengah hingga sepertiga dari cara konvensional, serta membuka peluang penerapan teknik baru penyiraman maupun pengaturan air lainnya.
Padi ditanam tunggal secara satu persatu dengan umur bibit 7-10 hari di pesemaian. Bibit padi yang masih memiliki keping biji ini ditanam dangkal dengan akar diletakkan mendatar di permukaan tanah, dimaksudkan terutama untuk mendapatkan peluang anakan yang paling banyak. Cara ini hanya memerlukan bibit padi unggul 5 - 7 kg/ha untuk jarak tanam 30 x 30 cm dibandingkan dengan cara konvensional yang bisa mencapai 30 kg/ha. Cara ini membuka peluang baru penerapan teknik penyemaian, penanaman dan penetapan jarak tanaman dengan sasaran mengembangkan sistem perakaran dan jumlah anakan yang maksimal. Jarak tanam yang renggang mengoptimalkan pertumbuhan anakan dan sangat memudahkan pekerjaan pemeliharaan tanah.
Cara seksama menanam padi dengan melakukan penyiangan lebih dari 4x dari hanya 2x pada cara konvensional. Penyiangan ini dimaksudkan bukan saja untuk menghilangkan gulma tetapi terutama untuk menjaga pasokan udara ke dalam tanah. Pengurangan 1x penyiangan dapat menurunkan produksi padi hingga 1,2-1,5 ton/ha.

Penanaman padi dengan metode SRI dapat meningkatkan produktivitas secara nyata, yang ditunjukkan pada ujicoba pertama di berbagai daerah (Garut, Cianjur, Tasik, Ciamis, Bekasi, Sukabumi, Bandung dan Subang) mencapai 9-12 ton/ha dari biasanya 4-6 ton/ha. Ujicoba di Garut menunjukkan peningkatan produksi secara berturutan mulai dari 9,4 ton/ha, 11 ton/ha, 14 ton/ha, hingga terakhir dapat mencapai 17,5 ton/ha. Cara SRI juga meningkatkan kualitas bulir padi, dengan penambahan produksi beras kepala, memelihara rasa yang lebih baik, dan tahan penyimpanan lebih lama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar